Trapattoni: Seluruh Italia melawan Juventus

Update Terakhir: October 24, 2014

JuventusTrapattoni: Seluruh Italia melawan Juventus – Mantan bos Bianconeri itu merasa amat sangat marah terkait dengan prestasi yang telah berhasil diraih oleh La Vecchia Signora di lapangan yang secara terus-menerus didiskreditkan dengan tuduhan adanya bias dari sang wasit

Giovanni Trapattoni mengatakan bahwa AS Roma menderita “kompleks dari seorang korban” yang mana dikatakan olehnya memang telah lama mempengaruhi semua saingan Juventus.

Giallorossi merasa marah dengan kekalahan yang mereka dapatkan atas Bianconeri di Turin dalam laga lanjutan Liga Serie A Italia dua pekan yang lalu, dengan tim tamu kebobolan dua penalti yang kontroversial, serta gol kemenangan di menit- menit terakhir yang bisa saja dianulir dikarenakan sudah terlebih dahulu offside.

Pelatih AS Roma sendiri yaitu Rudi Garcia, yang didenda 5.000 euro dikarenakan menentang tendangan bebas tersebut, dengan sinis menyatakan setelah laga bahwa dia tidak tahu bahwa kotak itu begitu besar di Stadion Juventus, sementara itu kapten Francesco Totti memicu keributan dengan menyatakan bahwa Giallorossi sudah tahu bahwa mereka ditakdirkan untuk finis di posisi ke dua di bawah Juventus lagi pada musim ini karena sang juara bertahan mendapatkan perlakuan istimewa dari wasit.

Namun, mantan bos Juve yaitu Trapattoni mengatakan bahwa tidak ada cukup kebenaran dalam tuduhan bahwa klub lamanya sejak lama memiliki wasit di pihak mereka.

“Itu kompleks biasa dari korban. Juve menang begitu sering karena mereka memiliki satu klub yang kuat di belakang mereka dan juga para pemain hebat di lapangan.”

“Kami meninggalkan wasit dalam damai. Di Italia, kami memiliki beberapa wasit yang paling dihormati di dunia. Yang benar adalah bahwa Juve tidak bermain melawan Inter, AC Milan, Napoli atau Roma, akan tetapi melawan semua orang di Italia yang bukan Bianconero.”

“Itu memang seperti itu pada hari ini dan itu juga seperti ini di hari saya dulu.”

Penjaga gawang AS Roma sendiri yaitu Morgan De Sanctis ikut mengisyaratkan bahwa kebiasan wasit menjelaskan mengapa Juve begitu begitu sukses di dalam negeri, namun terus berjuang dalam kompetisi kontinental.

Namun, Trapattoni bersikeras bahwa anomali ini hanya dikarenkaan penurunan kualitas sepak bola Italia selama dekade terakhir.

“Saya memenangkan segalanya bersama dengan Juve di level internasional. Akan tetapi saya memiliki tujuh dari (Enzo) Bearzot Italia 11 (yang memenangkan Piala Dunia 1982), seorang juara seperti (Michel) Platini dan juga kapten serta simbol dari tim nasional Polandia, Zbigniew Boniek. Hari ini, tim utama kami itu sudah tidak kompetitif.”

“Akan tetapi saya ulangi lagi, ini merupakan sebuah pesan yang cenderung mendiskreditkan hasil yang didapatkan oleh Bianconeri. Tidak ada orang yang pernah memberikan apapun kepada Juve. Apakah Anda berpikir bahwa itu mudah untuk mengalahkan Roma dengan (Nils) Liedholm? Dan apakah 102 poin dari Conte butuh bantuan dari siapa pun?”